sajak sajak kehidupan : Ciri lingkungan sehat dan tidak sehat

IKLAN ELEKTRONIK DAN MAKANAN

Selasa, 13 Oktober 2020

Ciri lingkungan sehat dan tidak sehat

 

Ciri-Ciri Lingkungan Sehat dan Tidak Sehat

Lingkungan Sehat dan Tidak Sehat

Lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat. Memang berada di tempat dengan lingkungan yang sehat, akan membuat hidup lebih nyaman dan menyenangkan. Pasalnya lingkungan sehat, selain enak dipandang juga enak untuk dirasakan. Sedangkan, lingkungan yang tidak sehat merupakan lingkungan berkondisi buruk. Dalam artian yang sebenernya. Ciri-ciri lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat pun dapat diketahui dengan mudah.

Ciri Lingkungan Tidak Sehat

Ciri lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat, berikut ini adalah ciri lingkungan yang tidak sehat, diantaranya :

1.    Udara yang buruk

Umumnya udara yang dihasilkan saat di pedesaan dan di perkotaan sangat jauh berbeda. Udara yang dihasilkan pohon-pohon di pedesaan lebih sehat serta segar untuk paru-paru.Keadaan kota dipenuhi oleh kendaraan mobil, motor, serta pabrik-pabrik industri yang didirikan akan menghasilkan udara yang sangat buruk.

Dapat dilihat dengan mata, warna udara yang dihasilkan berwarna hitam atau seperti asap serta baunya kurang sedap. Mampu menimbulkan gangguan kesehatan.

2.    Tidak adanya tempat sampah

Seharusnya tempat sampah ada di setiap tempat. Karena, peranan tong sampah sangat diperlukan untuk menampung sampah-sampah yang setiap harinya ada, hasil dari konsumsi manusia.

Ketika tidak tersedianya tempat sampah akan menimbulkan sampah berserakan dimana-mana. Mengakibatkan pencemaran udara, bau dihasilkan pun sangat menyengat dan tidak sedap.

3.    Tidak ada penampungan sampah

Penampungan sampah yang dimaksud adalah tempat semua sampah dari penjuru tempat berkumpul. Dimusnahkan secara bersamaan. Jika tidak ada penampung sampah ini, orang akan semborono membuang sampah seenaknya. Kadang dibung di gunung, disungai, diselokan, dll.

4.    Bertempat tinggal hewan kotor.

Salah satu ciri lingkungan yang tidak sehat, tempat itu menjadi hewan yang biasa bertempat tinggal pada tempat kotor, seperti tikus, kecoa, dan lain sebagainya berteduh. Hewan-hewan ini menyukai tempat yang kotor, gelap, serta jauh dari jangkauan manusia.

Lingkungan yang sepeti ini sangat tidak sehat. Bisa saja, hewan ini membawa bakteri serta kuman yang akan menyebabkan manusia menjadi sakit.

Karena, hewan ini biasanya bergelut dengan kekumuhan serta membawa makanan basi atau busuk untuk mereka konsumsi. Tidak bagus lingkungan seperti ini untuk dijadikan tempat tinggal manusia.

5.    Lingkungan tanpa pohon

Pemukiman yang gersang atau tidak memiliki pohon dilingkungannya, berpotensi memiliki lingkungan yang tidak sehat. Pohon-pohon berfungsi untuk memproses udara yang kotor menjadi bersih kembali, hingga layak untuk dihirup oleh manusia.

Maka dari itu, lingkungan yang tidak ada pohonnya atau gersang menjadi salah satu ciri tempat tinggal yang tidak sehat. Karena udara kotor yang ada tidak dapat diproses menjadi udara segar.

6.    Tidak tersedia aliran air

Lingkungan tanpa aliran air, membuat orang harus melakukan setiap kegiatannya di sungai. Mulai dari mandi, membuang hajat, mencuci serta kegiatan lainnya.

Hal ini akan merusak kebersihan air sungai sehingga dapat mengakibatkan tercemarnya   lingkungan.

Terutama sungai menjadi kotor entah dengan kotoran alami atau kotoran yang dihasilkan manusia. Banyak limbah pabrik juga yang dibuang secara sengaja kealiran sungai. Perbuatan yang tidak bertanggung jawab.

Setelah mengetahui ciri lingkungan yang tidak sehat, perlu diketahui pula bagaimana ciri-ciri sebuah tempat itu memang sehat untuk ditempati. Yuk, simak ciri-ciri serta perbedaan lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat.

 Ciri Lingkungan Sehat

Ciri lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat, berikut ini adalah ciri lingkungan yang sehat, diantaranya :

1. Udara Bersih

Udara sangat penting dan memang sangat berpengaruh terhadap kesehatan. Dari sini sudah dapat dibedakan mana lingkungan yang sehat dan tidak sehat. Lingkungan yang sehat udaranya lebih segar.

Biasanya udara segara dapat dirasakan saat berada di tengah-tengah pepohonan. Kesehatan pun dapat terjamin karena paru-paru mendapatkan pasokan oksigen yang bersih. 

2. Tersedia aliran air

ketersedianya air pada lingkungan akan meningkatkan kesehatan. Pasalnya, jika tidak ada aliran air yang dapat digunakan proses kehidupan akan terganggu. Manusia sangat membutuhkan air untuk kehidupan sehari-hari.

Seperti mandi, jika tidak ada air dan tidak mandi. Bisa dibanyangkan orang-orang akan terjangkit penyakit kulit yang bisa saja membahayakan nyawa.

3. Banyaknya pohon atau tumbuhan hijau

Sudah terbukti jika udara di desa lebih baik daripada di kota. Itu karena di desa lebih banyak tanaman hijau yang masih tumbuh.

Sedangkan di kota banyak kendaran serta melakukan penebangan pohon secara sengaja. Dengan begitu dapat disimpulkan tempat dengan pohon atau banyak tumbuhan hijau lebih sehat dan segar.

4. Limbah dikelola dengan baik

Bertempat tinggal di kota pun masih bisa dengan kehidupan yang sehat. Kota besar mempunyai pabrik-pabrik yang berdiri untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Lingkungan sehat pun masih dapat dibangun. Asalkan pihak pemilik pabrik dapat mengelola limbahnya dengan baik. Tidak dibuang ke aliran sungai atau air untuk pemukiman. 

5. Pengelompokan sampah

Pengelompokan sampah pun sangat penting untuk mendapatkan lingkungan yang baik. Sampah organik dan non-organik harus dipisahkan. Karena cara penangannya pun berbeda.

Sampah organik dapat dengan mudah terurai tanah, sedangkan sampah non-organik harus dibakar untuk menghilangkan jejaknya. Itulah alasan mengapa harus dilakukan pengelompokkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar